Detail Cantuman
Text
Ranah 3 Warna
Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya? Tinggi betul. Ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika.
Dengan semangat menggelegak dia pulang kampung ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan Alif mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya, ijazah SMA. Bagaimana mungkin mengejar cita-cita tinggi tanpa ijazah?
Terinspirasi semangat tim dinamit Denmark, dia mendobrak rintangan berat. Alif letih dan mulai bertanya-tanya: “Sampai kapan aku harus teguh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini?” Hampir saja dia menyerah.
Rupanya “mantra” man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat “mantra” kedua yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia sonsong badai hidup satu persatu.
Bisakah dia memenangkan semua impiannya? Apa saja 3 ranah berbeda warna itu? Bagaimana persaingannya dengan Randai? Apa kabar Sahibul Menara? Kenapa sampai muncul Obelix, orang Indian, Michael Jordan, dan Kesatria Berpantun? Apa hadiah Tuhan untuk kesabaran yang kukuh?
Ranah 3 Warna adalah hikayat tentang bagaimana impian tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup digelung nestapa tak berkesudahan.
Ketersediaan
Informasi Detail
| Judul Seri |
Trilogi Negeri 5 Menara
|
|---|---|
| No. Panggil |
813 FUA r
|
| Penerbit | PT. Gramedia Pustaka Utama : jakarta., 2021 |
| Deskripsi Fisik |
xiii, 477 hlm. ; 20 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978-979-22-6325-1
|
| Klasifikasi |
813
|
| Tipe Isi |
text
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cetakan ke 13
|
| Subjek |
-
|
| Info Detail Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Informasi
Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog






